Selasa, 27 Desember 2016

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

Hubungan Psikologi dengan Teknologi Internet

ü  Pengertian
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani, Psychology yang merupakan gabungan dari kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa.
Pengertian internet sendiri adalah jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan bahkan milyaran jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, satelit dan lain sebagainya.
ü  Ruang lingkup psikologi dan internet
Menurut Branca, berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa psikologi mempelajari tentang manusia. Salah satunya mengenai bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya yang dapat ditinjau dari banyak aspek. Pengetahuan tentang interaksi manusia dan lingkungannya ini pun kemudian digunakan untuk memperbaiki atau meminimalisir kerusakan atau hal-hal negarif yang timbul atau terjadi. Salah satu interaksi manusia dengan lingkungan contohnya interaksi manusia dengan internet.
Pengertian Internet adalah sekumpulan jaringan komputer milik perusahaan, institusi, lembaga pemerintah, ataupun penyedia jasa jaringan (Internet Services Provider) yang saling terhubung dimana masing-masing jaringan komputer yang terhubung dikelola secara independen. Perkembangan teknologi pada saat ini berkembang cukup pesat bersamaan dengan pergerakan pola pikir dan kebutuhan manusia akan teknologi. Keduanya seakan berjalan beriringan dan menjadikannya suatu hal yang saat ini sulit untuk di pisahkan. Pengaruh yang ditimbulkan dari perkembangan teknolgi yaitu khususnya internet sedikit banyak mengubah cara dan pola perilaku manusia yang dapat dilihat dan diteliti dari segi ilmu psikologi. Jika di lihat dari sisi psikologi disinilah muncul hubungan yang cukup signifikan:
1.      Pengaruh internet memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi, karena pengguna internet dapat mengunduh materi atau informasi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang berhubungan dengan psikologi.
2.      Pengaruh internet dapat membantu penyempurnaan bahan atau materi yang terdapat pada mata kuliah psikologi dan dapat menyempurnakan penelitian yang berhubungan dengan studi psikologi.
3.      Pengaruh internet yang dapat mengubah gaya hidup dan profil sang pengguna menjadi konsumtif dan cenderung menganggap mudah persoalan karena mereka terbiasa dimanjakan oleh kemudahan dan berjuta fasilitas.
4.      Pengaruh internet dapat mengubah cara pandang manusia ke depan karena mereka yang tidak lagi mengalami ketinggalan jaman akan memiliki semangat yang besar untuk terus maju dan mapu mengiuti perubahan jaman dan rasa ingin bersaing.
5.      Pengaruh internet yang memiliki berjuta aplikasi membuat pelajar menjadikan internet sebagai teman pendamping mereka untuk mengisi waktu luang. Game online yang sering di jadikan teman pendamping membuat mereka melek tekhnologi namun juga akan buta akhlak karena mungkin saja mereka mengunjungi situs yang tidak layak ditonton.
Dari point point yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi internet erat kaitannya dengan psikologi baik dari sisi positif maupun negatif yang ditimbulkan, dikarenakan internet dapat mempengaruhi daya ingat seseorang dan mempermudah kerja seseorang karena seseorang akan cenderung lebih mengandalkan internet dan percaya bahwa segala fakta-fakta ada diinternet sehingga membuat malas untuk berfikir. Internet juga dapat menimbulkan sulitnya berkomunikasi, karena dengan internet seseorang cenderung suka dan terbiasa dengan interaksi sosial menggunakan internet atau media sosial. Maka kebiasaan tersebut dapat membentuk sifat yang individualis dan menarik diri dari masyarakat.




Sabtu, 26 November 2016

hobi otomotif di kalangan remaja masa kini...

          Kalangan remaja masa kini adalah remaja yang kreatif. Kreatif Dalam pendidikan maupun non-pendidikan. Terutama dalam hobi remaja masa kini yang membuat orangtua sampai menggelengkan kepalanya.



          Dunia otomtif sudah menjadi tren pada tahun 80an. Namun jarang sekali kalangan remaja yang mendalami betul mengenai hobi tersebut. Dikarenakan untuk mendalami hobi ini harus membutuhkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.




Seperti teman saya, Rangga. Ia termasuk remaja yang mencintai dunia otomotif. Dia adalah mahasiswa di suatu universitas di daerah depok. Ia akan melakukan apapun untuk memodifikasi mobilnya. Dan ia mendapatkan informasi mengenai dunia modifikasi pun dari teman sebaya nya, yaitu remaja.
Dari penerimaan informasi mengenai otomotif semakin mendalam, hal itu pun menjadi hobi yang tidak akan melihat berapa banyak yang sudah anda keluarkan untuk mempercantik kendaraan anda.

Sabtu, 29 Oktober 2016

2pa07 tugas II kelompok 5 PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET

PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET
A.    Psikoterapis Dengan Bantuan Internet
Menurut J.H Resnick (1991) mendefenisikan dan menjelaskan psikologi klinis sebagai berikut. “Bidang psikologi klinis meliputi penelitian, pengajaran, dan servis yang relevan dengan aplikasi dari prinsip­prinsip, metode, dan prosedur untuk memahami, mempredikisi, dan mengurangi intelektual, emosional, biologis, psikologis, sosial, dan tingkah laku maladjustment, ketidakmampuan dan ketidaknyamanan, yang diterapkan pada populasi dengan range yang lain.’ Berdasarkan survei yang dilakukan APA tahun 2003, didapat hasil penyebaran profesi psikolog klinis yaitu salah satunya adalah Psychotherapy.
Bentuk kegiatan dari terapi ini bermacam­macam seperti one to one relationship, couple theory’s, family therapy, atau group therapy. Contohnya pada sekelompok orang yang memiliki masalah dengan penggunaan alkohol. Terapi juga dapat melibatkan proses pencairan akar permasalahan atau tujuan dari perilaku seseorang. Ada juga yang menekankan pada hubungan antara klien dan terapis sehingga menghasilkan suasana dimana saling percaya timbul dan membantu menghilangkan kecendrungan klien untuk defense. Bentuk lain dari terapi adalah cognitive behavioral dimana klien belajar cara berpikir dan berperilaku yang lebih  baik dan menyenangkan.
Ciri psikoterapi:
1.      Proses: interaksi pihak, formal, profesional, legal, etis.
2.      Tujuan: perubahan kondisi psikologis individu­ pribadi yang positif/optimal (afektif, kognitif, perilak/kebiasaan).
3.      Tindakan, berdasar: ­ilmu(teori­teori), teknik, skill yang formal ­assesment (data yang diperoleh melalui proses assessment ­wawancara, observasi, tes, dsb).
Tujuan terapi (Korchin):
1.      Memperkuat motivsi klien untuk melakukan hal yang benar.
2.      Mengurangi tekanan emosional.
3.      Mengembangkan potensi klien
4.      Mengubah kebiasaan
5.      Memodifikasi struktur kognisi
6.      Memperoleh pengetahuan tentang diri

7.      Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
1.      Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hubungan interpersonal
2.      Mengubah kondisi fisik
3.      Mengubah kesadaran diri
4.      Mengubah lingkungan sosial.
Sebelum ada fenomena psikoterapi online ini, kita telah bisa menikmati psikotes online. Tes­ tes psikologi yang dilakukan secara virtual dan semakin berkembang pesatnya teknologi, akhirnya para psikolog mencoba psikoterapi online. Psikoterapi online ini bermanfaat untuk mereka yang ragu ­ragu atau malu untuk berkonsultasi dengan tatap muka. Selain itu hal ini bisa merupakan langkah awal menuju pertemuan dengan terapis dan mungkin bisa membuat orang merasa lebih nyaman dalam menerima bantuan jika harus bertemu langsung. Melalui psikoterapi online ini juga bisa membantu mereka yang mungkin sulit untuk dijangkau secara langsung oleh para terapis, seperti mereka yang tinggal di daerah terpencil dimana jarak dan medan yang sulit dilalui.

A.    Bentuk Aplikasi Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut adalah aplikasinya:
1.      E-Counseling
            Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).
Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :
a.       Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselor.
b.      Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
c.       Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi "sekarang", sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553).

2.      Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer
            Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya "Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi", mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
a.       CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
b.      CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
c.       CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
d.      CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.

3.      Test Personality Plus Berbasis Web
            Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
4.      E-Terapi
E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.
B.     Kelebihan Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut kelebihannya:
a.       Menghemat waktu, karena klien tidak perlu repot-repot untuk datang ke tempat psikoterapis
b.      Lebih hemat dan murah, biasanya psikoterapi yang di lakukan secara online memiliki cost harga yang lebih murah ketimbang datang langsung ke tempat terapis, bahkan ada psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias gratis
c.       Cocok untuk orang yang memiliki kepribadian tertutup alias pemalu, biasanya orang pemalu akan lebih terbuka dan berani jika terapis di lakukan jarak jauh ketimbang bertatap muka langsung.
d.      Hasil dapat diketahui dengan cepat.
e.       Dapat dilakukan berkali-kali.

C.    Keterbatasan Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut keterbatasannya:
a.    Sang terapis, dalam hal ini sang psikolog, tidak mengetahui bagaimana keadaan klien sesungguhnya itu seperti apa.
b.    Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana bahasa tubuh si klien, tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang Psikolog untuk bisa mengetahui kepribadian, karakteristik, dan bahkan permasalahan yang sedang di alami sang klien
c.    hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada psikolog secara langsung.
d.   Alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi,dan lain sebagainya.
Kesimpulan
Psikoterapi dengan bantuan internet merupakan metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental secara online atau berbasiskan internet, tanpa harus bertatap muka secara langsung antara klinisi dengan klien. selain itu dari segi jarak tempuh dimana klien tidak perlu mendatangi konselor ataupun sebaliknya, proses yang begitu cepat dan juga sangat efisien.
Sumber
Krisdiantoro, Ary. Pengantar Psikologi Klinis. Catatan Kuliah Seri 1, 2­3.
No
NPM
Nama
Jobdesk
URL
1.
10515872
Annisa Fitriana
Searching
http://annisaaf.blogspot.co.id/2016/10/psikoterapi-psikologi-klinis.html?m=1
2.
11515498
Chychy Ekadara N J
Editing
http://chychynoviantika.blogspot.co.id/2016/10/2pa07-tugas-2-kelompok-5-psikoterapi.html?m=1
3.
11515694
Dennysa Safira
Searching
http://dennysashafira18.blogspot.co.id/2016/10/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam.html?m=1
4.
13515666
Kartika Puri Prasakti
Searching
http://kartikapurip.blogspot.co.id/2016/10/2pa07-psikoterapi-psikologi-klinis.html
5.
16515948
Trianita Purba
Searching
http://trianita1997.blogspot.co.id/2016/10/2pa07-tugas-ii-kelompok-5-psikoterapi_5.html?m=0

Kamis, 29 September 2016

Psikologi dan Internet dalam Lingkup Intrapersonal (3)


A.   Internet Addiction
        Pengertian adiksi 
           Adiksi adalah suatu gangguan yang bersifat kronis dan kumat-kumatan, ditandai dengan perbuatan kompulsif yang diulang-ulang oleh seseorang untuk memuaskan diri pada aktivitas tertentu. Istilah ini biasa digunakan untuk menyebut ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropik, dan Zat Adiktif lain). Tetapi tidak jarang juga digunakan untuk menyebut ketergantungan pada judi, kompulsif makan, belanja, internet dan lain-lain. Seperti halnya adiksi terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara terus-menerus hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. 
          Kecanduan internet atau yang biasa kita sebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:

1.      Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2.      Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3.      Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4.      Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
5.      Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
6.      Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
7.      Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8.      Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9.      Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.
     
     Kriteria untuk mengetahui seseorang telah mengalami adiksi terhadap internet diadaptasi dari kriteria kriteria ketergantungan zat seperti disebutkan di dalam DSM-IV, yaitu :
a.       Toleransi, yang ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut :
   i. Kebutuhan meningkatkan waktu penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan dan mengurangi efek keinginan terus-menerus memakai internet 
   ii. Secara nyata mengurangi efek keinginan tersebut dengan melanjutkan pemakaian internet dengan waktu yang sama terus menerus
b.Withdrawal, yang termanifestasikan ke dalam salah satu ciri-ciri berikut :
   i. Kesulitan untuk menghentikan atau mengurangi pemakaian internet, agitasi psikomotor, kecemasan, secara obsesif memikirkan tentang apa yang sedang terjadi di internet, fantasi atau mimpi tentang internet, sengaja atau tidak sengaja menggerakkan jari-jari seperti gerakan sedang mengetik dengan komputer
   ii.   Pemakaian internet atau layanan online yang mirip untuk melepaskan diri atau menghindarkan diri dari simptom-simptom withdrawal
c. Sering menghabiskan waktu mengakses internet lebih lama dari yang direncanakan (kehilangan          orientasi waktu)
d.  Gagal mewujudkan keinginan untuk mengurangi atau mengontrol pemakaian internet
e.  Menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan internet (misalnya        membeli buku-buku tentang internet, mencoba-coba browser WWW baru, dan mengatur material-       material hasil dari download). 
f. Terganggunya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keluarga, lingkungan, pekerjaan akibat pemakaian internet
g.Tetap menggunakan internet secara berlebihan meskipun sudah memiliki pengetahuan mengenai dampak-dampak negatif dari pemakaian internet secara berlebihan.


B.   Jenis-Jenis Internet addiction
     
     Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
      a.       Cybersexual Addiction
         Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
      b.      Cyber-Relationship Addiction
            Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual. 
      c.       Net compulsions
           Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online. 
      d.      Information Overload
               Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsife
      e.       Computer Addiction
               Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.

Contoh kasus
·          Pada Februari, seorang anak berusia 22 tahun memukul ibunya dengan gada hingga meninggal karena mengusik dirinya yang tengah bermain game internet. Setelah pembunuhan, dia melanjutkan permainan onlinenya berjam-jam dan membayar dengan kartu kredit ibunya.

·          Insiden semacam itu telah memberikan peringatan kepada negara, untuk melawan kecanduan internet. Pemerintahnya mengumumkan bahwa mereka akan mengambil aksi melarang akses ke game online populer, dan mengirimkan penasehat ke sekolah dasar untuk mendidik anak-anak tentang penggunaan internet sehat.

·         Sedikit ironis bahwa apa yang diciptakan untuk membuat hidup lebih baik justru membuat lebih buruk, ujar Park Hye-kyung, Direktur I Will Center, pusat konseling pemerintah yang didirikan Desember tahun lalu untuk fokus dalam pertumbuhan isu kecanduan internet.

·         Kecanduan internet tidak dikenali dalam kondisi medis atau penyimpangan psikologis. Tapi seringkali memicu gejala penyimpangan mental serius seperti penyakit kekurangan perhatian dan depresi. Demikian Dr Kim Tae-hoon, psikiater yang merawat anak-anak.

·         Kim mengatakan bahwa internet terlalu berlimpah di Korea Selatan. Lebih dari 90% rumah memiliki akses nirkabel, seperti diungkapkan Organization for Economic Cooperation and Development. Sebagai tambahan untuk menyebarluaskan akses, kafe internet yang dikenal dengan PC rooms dibuka 24 jam di seluruh belahan negara.

·         Di Korea Selatan lebih mudah bagi penduduk untuk memainkan game online daripada menginvestasikan hubungan personal offline melalui pembicaraan tatap muka, tambahnya.

Kesimpulan
                    Internet memang memiliki dampak buruk yang tidak main-main bagi penggunanya, namun internet juga memiliki dampak positif dan manfaat yang cukup besar bagi kita semua. Banyak hal yang kini menjadi mudah untuk ditemukan baik yang bermanfaat atau merugikan karna adanya internet. Tapi kembali lagi ke individu masing-masing, seberapa bijak menggunakan internet dan hanya untuk hal-hal positif. Bagi para orang tua, perhatikanlah penggunaan internet anak-anak untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Daftar pustaka
Anima. 2007. Indonesian Psychologycal Journal.